2 Views

obormenara.com, SAMARINDA — Kepadatan peserta didik di sejumlah sekolah menjadi salah satu persoalan yang dinilai perlu segera diatasi untuk mendukung pemerataan pendidikan di Kota Samarinda.

DPRD Samarinda mendorong penambahan rombongan belajar (Rombel) pada sekolah yang mulai mengalami keterbatasan kapasitas agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan pemerataan tidak cukup hanya dengan memastikan anak-anak mendapatkan tempat di sekolah.

Kualitas pembelajaran, kapasitas kelas, hingga ketersediaan fasilitas juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi perbedaan yang terlalu jauh antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Menurut Novan, pemerataan tersebut menjadi semakin penting untuk sekolah yang berada di kawasan pinggiran.

Ia berharap setiap satuan pendidikan memiliki kemampuan menampung peserta didik secara proporsional sehingga masyarakat tidak terpusat pada sekolah-sekolah tertentu.

“Pendidikan harus dirasakan seluruh masyarakat. Pemerataan pendidikan di seluruh sekolah perlu kita dorong,” kata Novan, Rabu 19 Agustus 2026.

Ia juga mengajak masyarakat mulai mengubah anggapan bahwa sekolah tertentu selalu menjadi pilihan utama untuk menentukan masa depan anak.

Menurutnya, persepsi tersebut dapat membuat konsentrasi peserta didik menumpuk di sekolah yang dianggap unggulan, sementara sekolah lain justru memiliki kapasitas yang belum terisi secara optimal.

Dari sisi pemerintah, kondisi itu perlu diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas sekolah secara lebih merata.

Perbaikan fasilitas dan mutu pendidikan diharapkan dapat membuat orang tua memiliki lebih banyak pilihan ketika menentukan sekolah bagi anaknya, tanpa harus berbondong-bondong mengejar satuan pendidikan tertentu.

Persoalan pemerataan tersebut juga tidak terlepas dari pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Novan menilai mekanisme penerimaan peserta didik perlu terus dievaluasi agar prosesnya berjalan lebih adil sekaligus mengurangi potensi kesenjangan yang muncul akibat perbedaan kualitas dan daya tampung antar sekolah.

“SPMB juga perlu kita minimalisasi kecurangan, perbedaan, dan penyeragaman sekolah ke depan,” ujarnya.

Di lapangan, Komisi IV DPRD Samarinda menemukan persoalan lain yang berkaitan langsung dengan daya tampung.

Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah, legislatif mendapati adanya satuan pendidikan yang membutuhkan tambahan rombongan belajar karena jumlah peserta didik mulai meningkat.

Penambahan Rombel dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi kelas yang terlalu padat.

Dengan kapasitas yang lebih sesuai, sekolah diharapkan dapat menjaga proses pembelajaran tetap efektif sekaligus memberikan ruang yang lebih nyaman bagi siswa dan guru.

“Beberapa sekolah yang kita kunjungi membutuhkan penambahan Rombel. Kita akan meminta bantuan Dinas Pendidikan untuk sekolah-sekolah yang perlu ditambah Rombel kelasnya,” sebut Novan.

Menurut Novan, persoalan pendidikan juga berkaitan erat dengan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan Samarinda dan Kalimantan Timur dalam beberapa tahun ke depan.

Perkembangan kota yang semakin pesat, ditambah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), akan membuka peluang sekaligus menciptakan persaingan yang semakin tinggi di berbagai bidang, termasuk dunia kerja.

Arus masuk masyarakat dari berbagai daerah ke Kaltim juga menjadi salah satu faktor yang menurutnya perlu diantisipasi.

Kondisi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal agar anak-anak Samarinda memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing dan mengambil peluang dari perkembangan daerahnya sendiri.

Karena itu, pemerataan pendidikan sejak awal dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi tersebut.

Bagi Novan, pembangunan fisik kota dan IKN harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusia, sehingga masyarakat lokal tidak hanya menyaksikan perubahan yang terjadi, tetapi ikut mengambil peran di dalamnya.

“Pemuda ke depan harus mampu berdaya saing dan memberikan efek yang besar bagi Samarinda maupun negara,” pungkasnya. (RET/ADV/DPRDSAMARINDA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *