obormenara.com, SAMARINDA — Ruang untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Samarinda dinilai masih terbuka lebar. DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota tidak hanya mengandalkan sumber penerimaan yang selama ini sudah berjalan, tetapi mulai menggarap potensi lain yang dapat memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan upaya tersebut semakin penting di tengah kondisi efisiensi anggaran. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki strategi yang lebih luas dengan memetakan sektor-sektor potensial yang dapat menghasilkan pendapatan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang ialah pariwisata. Deni melihat sejumlah destinasi di Samarinda mulai berkembang dan berpotensi menjadi penggerak aktivitas ekonomi apabila mendapat dukungan serta pengelolaan yang lebih serius dari pemerintah kota.
“Kemarin kami banyak menyampaikan kaitan dengan perhatian kepada pariwisata. Pariwisata yang ada di Samarinda banyak mulai tumbuh, tapi pemerintah kota belum hadir di sana,” ucapnya.
Menurut Deni, perkembangan destinasi wisata seharusnya tidak berhenti pada keberadaan tempat atau objek yang dikunjungi masyarakat.
Pemerintah perlu mengambil peran dalam membangun ekosistem pendukung, sehingga aktivitas wisata turut membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Selain pariwisata, sektor investasi juga dinilai perlu menjadi bagian dari strategi memperluas PAD. Pemerintah kota diminta tidak hanya mengejar masuknya modal ke Samarinda, tetapi juga memastikan investasi yang berjalan memberikan dampak bagi lingkungan ekonomi di sekitarnya.
Deni mengatakan manfaat investasi dapat dilihat dari berbagai sisi, mulai dari keterlibatan pelaku usaha lokal, terbukanya lapangan pekerjaan hingga kontribusi yang diberikan terhadap pendapatan daerah. Dengan begitu, investasi tidak sekadar menjadi angka penanaman modal, tetapi mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas.
Karena itu, strategi peningkatan PAD dinilai perlu dilakukan secara bersamaan. Pemerintah tetap harus mengoptimalkan sumber pendapatan yang telah tersedia, sembari membuka ruang bagi potensi baru yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
“Kami ingin menggali lebih banyak lagi sumber-sumber PAD,” terang Deni.
Meski demikian, ia mengingatkan agar upaya meningkatkan pendapatan tidak berujung pada bertambahnya beban masyarakat. Potensi daerah yang memang dapat menjadi sumber penerimaan harus dikelola secara tepat dengan mempertimbangkan manfaat yang nantinya kembali kepada warga.
Menurutnya, PAD seharusnya menjadi instrumen untuk mendukung pembangunan, bukan sekadar mengejar peningkatan angka penerimaan. Pengelolaan potensi daerah harus dilakukan secara terukur agar hasilnya dapat dirasakan kembali melalui pembangunan dan pelayanan publik.
“Dalam menggali PAD ini betul-betul PAD yang memang harusnya dihasilkan oleh pemerintah kota untuk menunjang pembangunan. Artinya, kembali lagi kepada masyarakat,” jelasnya. (RET/ADV/DPRDSAMARINDA)
