SAMARINDA, Obormenara.com — Gangguan listrik yang terjadi secara bergilir di sejumlah wilayah Kota Samarinda mulai memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, kondisi ini juga berdampak langsung pada sektor ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik.
Ketika aliran listrik terhenti, berbagai kegiatan usaha ikut terhambat. Mulai dari produksi hingga pelayanan kepada konsumen menjadi tidak optimal, bahkan dalam beberapa kasus terpaksa berhenti sementara.
Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian yang tidak sedikit jika berlangsung dalam waktu lama.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa persoalan ini perlu segera ditangani secara serius.
Ia menilai listrik memiliki peran vital dalam menopang roda perekonomian masyarakat, sehingga gangguan yang berkepanjangan akan berdampak luas.
“Yang paling terdampak tentu masyarakat dan pelaku UMKM. Aktivitas usaha mereka sangat bergantung pada listrik, sehingga ketika pemadaman berlangsung bergilir, produktivitas juga ikut terganggu,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Ia mengungkapkan, pada awalnya sempat menduga pemadaman tersebut berkaitan dengan keterbatasan pasokan energi, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah lain.
Namun setelah mendapatkan penjelasan dari pihak PLN, diketahui bahwa gangguan disebabkan oleh masalah teknis pada salah satu unit pembangkit listrik.
Meski penyebabnya telah diketahui, Rohim menilai hal tersebut bukan menjadi fokus utama masyarakat.
Yang lebih penting adalah kepastian kapan kondisi listrik dapat kembali normal, sehingga aktivitas warga bisa kembali berjalan tanpa hambatan.
“Awalnya kami mengira persoalan ini berkaitan dengan pasokan energi, sebagaimana yang pernah terjadi di beberapa daerah lain. Setelah mendapat penjelasan dari PLN, ternyata penyebab utamanya adalah gangguan teknis pada pembangkit,” katanya.
Ia pun mendorong pihak PLN untuk segera mempercepat proses perbaikan agar layanan listrik dapat kembali stabil.
Menurutnya, durasi pemadaman yang cukup lama sudah mulai memengaruhi berbagai sektor, tidak hanya usaha kecil tetapi juga aktivitas masyarakat secara umum.
“Yang terpenting sekarang adalah proses pemulihannya bisa dipercepat. Masyarakat dan pelaku usaha sudah cukup lama merasakan dampaknya, sehingga layanan listrik harus segera kembali normal,” ucapnya.
Selain itu, Rohim juga menyoroti pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat terkait jadwal pemadaman.
Ia menilai pemberitahuan yang disampaikan lebih awal akan membantu warga, khususnya pelaku usaha, dalam mengatur waktu operasional agar kerugian dapat diminimalkan.
Dengan adanya kepastian jadwal, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari, termasuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi selama pemadaman berlangsung.
“Kalau memang harus dilakukan pemadaman bergilir, sebaiknya pemberitahuannya disampaikan lebih awal, misalnya dua atau tiga hari sebelumnya. Dengan begitu masyarakat memiliki waktu untuk mengatur kegiatannya,” tutupnya. (RET/ADV/DPRDSAMAMARINDA)
