13 Views

Tanjung Redeb, Dalam rangka memastikan kelancaran konektivitas antarwilayah dan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Kalimantan Timur, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur H. Seno Aji melakukan peninjauan langsung terhadap proyek rekonstruksi jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, Selasa (15/7/2025).

Didampingi oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kunjungan ini berfokus pada ruas jalan strategis yang menghubungkan batas Kutai Timur – Talisayan, Kabupaten Berau sepanjang total 98,33 kilometer. Peninjauan dilakukan langsung di wilayah Kecamatan Bapinang, sebagai salah satu titik vital perlintasan kendaraan antardaerah.

Gubernur Harum menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir secara simbolis, melainkan ikut terjun langsung memantau kondisi riil infrastruktur di lapangan.

“Kami tidak hanya turun tangan, tapi benar-benar turun ke lapangan,”ujarnya.

Dalam upaya percepatan pembangunan, Gubernur Harum menyampaikan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Doddy Hanggodo, yang menyatakan dukungan penuh terhadap infrastruktur Kalimantan Timur.

“Pak Menteri PU sudah menyampaikan komitmen beliau untuk mendukung penuh pembangunan infrastruktur di daerah kita. Ini menjadi angin segar bagi kita semua,” ungkap Harum.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-Pera Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, melaporkan bahwa salah satu program yang tengah berjalan adalah rekonstruksi jalan sepanjang 16 kilometer di kawasan Kabupaten Berau hingga batas Kutai Timur.

“Kami memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk menyelesaikan kegiatan rekonstruksi ini, Pak Gubernur,” jelas Fitra saat mendampingi kunjungan lapangan.

Berdasarkan data, jalan penghubung Talisayan – Tanjung Redeb yang memiliki panjang total 151,28 kilometer, saat ini telah mencapai kondisi mantap sepanjang 135,35 kilometer atau 89,47 persen. Sementara sisanya, 15,93 kilometer (10,53 persen), masih dalam kondisi tidak mantap.

Adapun jalan batas Kutai Timur – Talisayan sepanjang 98,33 kilometer, baru 45,03 kilometer (45,56 persen) yang berada dalam kondisi baik, sementara 53,80 kilometer (54,44 persen) masih tergolong tidak mantap.

Lebih lanjut, ruas jalan dari Simpang 4 Kaliorang, Kutai Timur hingga batas Kabupaten Berau yang memiliki panjang 149,17 kilometer, menunjukkan kondisi yang memerlukan perhatian lebih: hanya 42,92 kilometer (29,77 persen) yang mantap, sedangkan 106,26 kilometer (71,23 persen) dalam kondisi tidak mantap.

Secara keseluruhan, proyek pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di perbatasan Kutim-Berau mencakup sembilan kegiatan strategis yang melibatkan dua kabupaten.

Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk mengakselerasi pelaksanaannya guna meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi logistik, serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah utara Kalimantan Timur. (*).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *