4 Views

obormenara.com, SAMARINDA — Keberadaan pendatang di lingkungan permukiman dinilai perlu tercatat dengan baik. Hal itu menjadi salah satu perhatian DPRD Kota Samarinda setelah munculnya kasus dua jenazah tanpa identitas yang sempat berada di RSUD Abdul Wahab Sjahranie.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahronny Pasie, mengatakan pendataan warga di tingkat lingkungan memiliki peran penting, terutama untuk memastikan adanya informasi mengenai keluarga maupun pihak yang dapat dihubungi ketika terjadi keadaan darurat.

Ia mendorong setiap warga yang baru menetap atau tinggal di suatu wilayah untuk melaporkan keberadaannya kepada ketua RT.

Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu pengurus lingkungan mengetahui siapa saja yang berdomisili di wilayahnya.

“Karena aturannya jelas 1×24 jam harus melapor. Tapi yang terjadi di lapangan tidak,” ujar Novan, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, ketidakteraturan dalam pendataan dapat menimbulkan persoalan ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan cepat.

Pengurus RT bisa kesulitan mencari keluarga atau pihak yang bertanggung jawab apabila identitas dan keberadaan warga tidak tercatat.

Situasi tersebut, kata Novan, pada akhirnya dapat membuat penanganan harus dialihkan kepada aparat.

Dalam kasus warga meninggal tanpa didampingi keluarga, misalnya, pihak lingkungan tidak memiliki informasi yang cukup untuk menentukan siapa yang harus segera dihubungi.

“Saat terjadi hal seperti ini, pihak RT juga bingung menghubungi siapa? Akhirnya diserahkan ke kepolisian, dan kepolisian baru menyerahkan ke rumah sakit,” katanya.

Karena itu, Novan menilai persoalan administrasi kependudukan perlu dibangun mulai dari tingkat paling bawah.

Data warga yang diperbarui secara berkala tidak hanya berguna bagi pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perlindungan sosial di lingkungan masyarakat.

Pendataan juga dinilai penting untuk mengetahui kontak keluarga atau kerabat warga yang tinggal jauh dari daerah asalnya. Dengan informasi tersebut, proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila warga mengalami kondisi darurat, termasuk ketika tidak memiliki keluarga yang mendampingi di Samarinda.

Novan pun mengajak masyarakat untuk tidak menganggap kewajiban melapor kepada RT sebagai urusan administratif semata. Menurutnya, keterbukaan mengenai keberadaan warga justru dapat membantu lingkungan memberikan respons ketika terjadi persoalan.

Kasus dua jenazah tanpa identitas tersebut, lanjut dia, menjadi momentum untuk kembali memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib pendataan di tingkat RT.

Pemerintah dan pengurus lingkungan juga diharapkan dapat mendorong pembaruan data warga secara lebih rutin.

“Makanya penting warga yang tinggal di lingkungan itu melaporkan diri kepada RT,” pungkasnya. (RET/ADV/DPRDSAMARINDA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *